Panduan Stimulasi

USIA 0 – 2 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·      Mengangkat kepala setinggi 45°

·      Menahan kepala tetap tegak

Motorik halus dan adaptif

·      Meraba dan memegang benda

·      Menggerakkan kepala dari kiri atau kanan ke tengah

·   Pandangan mata mulai mengikuti benda di sekitarnya dan mengenali orang dari kejauhan

Bicara dan bahasa

·      ‘Cooing’ atau membuat suara seperti berkumur

·      Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh

·      Bereaksi terkejut terhadap suara keras

·      Menoleh ke arah sumber suara

Sosialisasi dan kemandirian

·      Membalas tersenyum ketika diajak bicara atau tersenyum

·      Suka tertawa keras

·      Melihat dan menatap wajah Anda

·      Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kontak

·      Dapat menenangkan diri sendiri selama beberapa saat (dengan memasukkan tangan ke mulut dan menghisap tangan)

·      Merasa bosan (menangis, rewel) jika melakukan aktivitas monoton

 

STIMULASI

·      Melatih bayi mengangkat kepala 45˚

Letakkan bayi pada posisi tengkurap. Gerakkan sebuah mainan berwarna cerah atau buat suara-suara gembira di depan bayi sehingga ia akan belajar mengangkat kepalanya. Secara berangsur-angsur ia akan menggunakan kedua lengannya untuk mengangkat kepala dan dadanya.

·      Melatih bayi menahan kepala tetap tegak

Gendong bayi berkeliling sambil memperlihatkan atau menunjuk benda yang menarik. Gendong bayi pada posisi tegak menghadap ke depan sehingga ia dapat melihat apa yang terjadi di sekitarnya dan dapat belajar menahan kepalanya tetap tegak.

·      Melatih bayi berguling

Letakkan mainan berwarna cerah di dekat bayi agar ia dapat melihat dan tertarik pada mainan tersebut. Kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan. Awalnya, bayi perlu dibantu dengan cara menyilangkan paha bayi agar badannya ikut bergerak miring sehingga memudahkan bayi berguling.

·      Melatih bayi meraba dan memegang benda

Letakkan benda atau mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi atau sentuhkan benda tersebut pada punggung jari-jarinya. Amati cara ia memegang benda tersebut. Hal ini berhubungan dengan suatu gerak refleks, meraba, dan merasakan berbagai bentuk. Semakin bertambah umur bayi, ia akan semakin mampu memegang benda-benda kecil dengan ujung jarinya (menjepit). Jaga agar benda itu tidak melukai bayi atau tertelan dan membuatnya tersedak.

·      Menggantung benda berwarna dan berbunyi

Gantungkan mainan atau benda pada tali di atas bayi dengan jarak 30 cm atau sekitar 2 jengkal tangan orang dewasa. Bayi akan tertarik dan melihat sehingga menggerakkan tangan dan kakinya sebagai reaksi. Pastikan benda tersebut tidak bisa dimasukkan ke mulut bayi dan tidak akan terlepas dari ikatan.

·      Melatih bayi mengenali berbagai suara

Ajak bicara dan bernyanyi. Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti suara anggota keluarga, binatang, dan sebagainya.

·      Melatih bayi mengenali berbagai suara

Ajak bicara dan bernyanyi. Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti suara anggota keluarga, binatang, dan sebagainya.

·      Menirukan ocehan dan mimik bayi

Perhatikan apa yang dilakukan oleh bayi, kemudian tirukan ocehan dan mimik mukanya. Selanjutnya bayi akan menirukan Anda. Tirukan ocehan bayi sesering mungkin agar terjadi komunikasi dan interaksi dua arah.

·      Menunjukkan rasa tertarik pada bayi

Sesering mungkin ajak bayi tersenyum dan tatap mata bayi. Balas tersenyum setiap kali bayi tersenyum kepada Anda. Buat suara-suara yang menyenangkan dan berbicara dengan bayi sambil tersenyum. Ajak bayi bermain cilukba.

·      Memberikan rasa aman dan nyaman

Anda dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada bayi melalui pelukan, belaian, ayunan, serta ajak bayi bicara dan bermain saat menyusui, berpakaian, mandi, di tempat tidur, ketika Anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan sebagainya dengan menggunakan bahasa ibu sesering mungkin. Ajak bayi bicara dengan nada lembut dan halus serta penuh kasih sayang.

·      Mengenali penyebab bayi rewel dan mengatasi penyebabnya

Sesering mungkin ajak bayi dalam kegiatan Anda. Ketika bayi rewel, cari sebabnya dan atasi masalahnya. Perhatikan jenis tangisan bayi agar Anda dapat mengetahui apa yang ia inginkan dan merespons sesuai dengan tanda yang diberikan oleh bayi, misalnya saat bayi menangis karena haus, maka respons yang diberikan adalah menyusui. Dengan memahami apa yang disukai dan tidak disukai bayi juga dapat membantu Anda merasa lebih nyaman dan percaya diri. Bantu bayi untuk belajar menenangkan dirinya. Tidak mengapa untuk ia menghisap jarinya.

·      Membentuk rutinitas

Mulailah membentuk rutinitas, seperti tidur lebih banyak di malam hari daripada di siang hari dan buat jadwal yang teratur. Ketika menidurkan bayi, bersenandunglah dengan nada lembut dan penuh kasih sayang, ayun perlahan bayi Anda sampai tertidur. Pada saat tidur malam, buat suasana  ruangan nyaman, lampu redup, dan tidak bising. Jangan ada TV dan komputer dalam kamar tidur karena mengganggu tidur anak.

 

RED FLAG (PERINGATAN)

Periode neonatal (0-28 hari)

·      Tonus otot lemah

·      Tidak merespons terhadap suara keras

Umur 2 bulan

·      Tidak dapat mengangkat kepala ketika tengkurap

·      Tidak dapat membawa tangannya ke mulut

·      Tidak merespons terhadap suara keras

·      Pandangan mata tidak mengikuti arah gerak benda

·      Jarang menatap wajah atau kurangnya fiksasi mata

·      Tidak tersenyum pada orang di sekitarnya

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

USIA 3 – 5 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·      Berbalik dari posisi tengkurap ke terlentang

·      Mengangkat kepala setinggi 90° saat tengkurap dan menyangga badan dengan bertumpu pada kedua siku

·      Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil

·      Saat ditegakkan, kaki bayi akan menendang–nendang

Motorik halus dan adaptif

·      Kepala menoleh ke berbagai arah

·      Memegang mainan dan menggoyangkannya serta mengayunkan mainan yang digantung

·      Menggenggam mainan bertangkai atau jari orang lain

·      Meraih benda yang ada dalam jangkauannya

·      Menyatukan kedua tangan di tengah dan mengamatinya

·      Pandangan mata mengikuti benda yang bergerak

·      Mengarahkan pandangan mata pada benda–benda kecil

Bicara dan bahasa

·      Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi, memekik

·      Mengoceh dengan ekspresi dan menirukan suara yang didengar

·      Mencari sumber suara

Sosialisasi dan kemandirian

·      Memasukkan tangan ke mulut

·      Memperhatikan wajah orang di sekitarnya

·      Mengenali orang atau benda yang dikenalnya dari jauh

·      Tersenyum ketika melihat mainan atau gambar yang menarik saat bermain sendiri

·      Menirukan gerakan atau ekspresi wajah

·      Menangis dengan cara yang berbeda–beda untuk menunjukkan rasa haus, nyeri, ngompol, atau lelah

·      Menunjukkan perasaannya saat sedang senang atau sedih

·      Memberikan respons terhadap ungkapan kasih sayang

·      Suka bermain dengan orang lain dan akan menangis jika berhenti bermain

STIMULASI

·         Melatih kontrol kepala

Latih bayi agar otot-otot lehernya kuat dengan cara gendong bayi dengan posisi tegak dan menghadap ke depan.

·         Melatih bayi duduk

Bantu bayi agar bisa duduk sendiri. Mula-mula bayi didudukkan di kursi dengan sandaran agar tidak jatuh ke belakang. Ketika bayi dalam posisi duduk, beri mainan kecil di tangannya. Jika bayi belum bisa duduk tegak, pegang badan bayi. Jika bayi bisa duduk tegak, dudukkan bayi di lantaiyangberalaskan selimut tanpa sandaran atau penyangga.

·         Melatih bayi menyangga berat badan

Angkat badan bayi dengan memegang bawah ketiaknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan turunkan badan bayi hingga kedua kaki menyentuh meja, tempat tidur, atau pangkuan Anda. Coba agar bayi mau mengayunkan badannya dengan gerakan naik turun serta menyangga sebagian berat badannya dengan kedua kaki. Ajak bayi bernyanyi atau berbicara saat melakukannya. Tersenyumlah saat Anda melakukannya.

·         Melatih bayi memegang benda dengan kedua tangan

Letakkan sebuah benda atau mainan di tangan bayi dan perhatikan apakah dia akan memindahkan benda tersebut ke tangan lainnya. Usahakan agar tangan bayi masing-masing memegang benda pada waktu yang bersamaan. Mula-mula bayi dibantu, letakkan mainan di 1 tangan dan kemudian usahakan agar bayi mau mengambil mainan lainnya dengan tangan yang paling sering digunakan.

·         Melatih bayi memegang benda dengan kuat

Letakkan mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi dan bantu agar ia dapat memegangnya. Setelah bayi menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih bayi memegang benda dengan kuat.

·         Memberikan bayi kesempatan untuk meraih mainan dan mengeksplor lingkungan sekitarnya

Letakkan sebuah mainan sedikit di luar jangkauan bayi. Gerak-gerakkan mainan itu di depan bayi sambil bicara kepadanya agar ia berusaha untuk mendapatkan mainan itu. Jangan terlalu lama membiarkan bayi berusaha meraih mainan tersebut agar ia merasa berhasil.

·         Melatih bayi mengamati dan mengambil benda kecil

Letakkan benda kecil seperti potongan-potongan biskuit di hadapan bayi. Ajari bayi mengambil benda-benda tersebut. Singkirkan barang-barang kecil berbahaya yang dapat menyebabkan tersedak.

·         Melatih bayi mencari sumber suara

Latih bayi agar menengok ke arah sumber suara. Arahkan mukanya ke arah sumber suara. Mula- mula muka bayi dipegang dan dipalingkan perlahan-lahan ke arah sumber suara, atau bayi dibawa mendekati sumber suara.

·         Menirukan suara bayi

Ketika berbicara dengan bayi, ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar bayi menirukannya. Yang paling mudah ditirukan oleh bayi adalah kata yang menggunakan huruf vokal dan gerakan bibir. Contohnya: “Pa-pa”, “Ma-ma”, “Ba-ba”. Tunjukkan rasa senang dan tersenyumlah saat bayi Anda membuat suara.

·         Memberi rasa aman dan kasih sayang

Berikan rasa aman dan kasih sayang dengan cara pandang mata anak, tersenyum, peluk, cium, ayun, dan ajak bicara.

·         Membentuk rutinitas

Lanjutkan rutinitas jadwal untuk tidur dan makan.

·         Memahami kebutuhan bayi

Perhatikan apa yang bayi suka dan tidak suka sehingga Anda akan memahami kebutuhannya dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat ia senang.

·         Mengajak bayi bermain cilukba

Tutup seluruh bagian wajah Anda dan buka secara tiba-tiba untuk dilihat bayi. Cara lain adalah mengintip bayi dari balik pintu atau tempat tidurnya.

·         Mengajak bayi melihat dirinya di kaca

      Pada umur ini, bayi senang melihat dirinya di cermin. Bawalah bayi melihat dirinya di cermin yang tidak mudah pecah

 

RED FLAG (PERINGATAN)

Umur 4 bulan

·      Tidak dapat menahan kepala dengan stabil

·      Tidak mampu menggerakkan tangan ke bagian tengah tubuh

·      Kaki tidak menendang ketika diletakkan di atas permukaan yang keras

·      Tidak merespons terhadap suara keras

·      Pandangan mata tidak mengikuti arah gerak benda

·      Jarang menatap wajah atau kurangnya fiksasi mata

·      Tidak tersenyum pada orang di sekitarnya

 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

USIA 6 – 8 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·      Duduk sendiri dengan kedua tangan menopang tubuhnya

·      Berguling ke 2 arah (depan ke belakang, belakang ke depan)

·      Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang

·      Belajar berdiri, kedua kaki menopang sebagian berat badan

Motorik halus dan adaptif

·      Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain

·      Masing–masing tangan memegang 1 benda pada saat bersamaan

·      Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup

·      Memasukkan makanan ke dalam mulut

·      Memperhatikan hal di sekitar dan mencari benda yang dijatuhkan

Bicara dan bahasa

·      Bersuara tanpa arti (“Mamama”, “Bababa”, “Dadada”)

·      Menyatukan vokal saat mengoceh (“Ah”, “Eh”, “Oh”) dan suka bergantian dengan orang tua saat membuat suara

·      Mengucapkan bunyi konsonan (bergumam dengan ‘m’, ‘b’)

·      Merespons ketika namanya dipanggil dan mengeluarkan suara

Sosialisasi dan kemandirian

·      Makan kue sendiri

·      Bermain tepuk tangan atau cilukba

·      Menunjukkan rasa ingin tahu tentang berbagai hal dan mencoba meraih benda yang berada di luar jangkauannya

·      Mengenali wajah–wajah yang familiar dan senang bermain dengan orang lain, terutama orang tua

·      Dapat merespons emosi orang lain

·      Senang melihat diri sendiri di cermin

 

STIMULASI

·      Memberikan pelukan, senyuman, ajak bicara, serta panggil Namanya

·      Melatih bayi merangkak

Letakkan sebuah mainan di luar jangkauan bayi, usahakan agar ia mau merangkak ke arah mainan dengan menggunakan kedua tangan dan lututnya.

·      Melatih berdiri dengan menarik bayi ke posisi berdiri

Dudukkan bayi di tempat tidur, kemudian tarik bayi ke posisi berdiri. Selanjutnya, lakukan hal tersebut di atas meja, kursi, atau tempat lainnya.

·      Melatih bayi berjalan berpegangan

Ketika bayi telah mampu berdiri, letakkan mainan yang disukainya di depan bayi dan jangan terlalu jauh. Buat agar bayi mau berjalan berpegangan pada ranjangnya atau perabot rumah tangga untuk mencapai mainan tersebut. Anda juga dapat membantunya dengan memegang kedua tangan bayi dan buat agar ia mau melangkah.

·      Melatih bayi memegang mainan di kedua tangan

Beri mainan di satu tangan, kemudian beri mainan lain di tangan yang sama. Bayi akan memindahkan mainan tersebut ke tangan satunya, sehingga ia bisa memegang mainan di kedua tangan.

·      Melatih bayi memegang alat tulis dan mencoret-coret

Sediakan krayon atau pensil berwarna dan kertas bekas di atas meja. Dudukkan bayi di pangkuan Anda, bantu bayi agar ia dapat memegang krayon atau pensil dan ajarkan bagaimana mencoret-coret kertas.

·      Melatih bayi memasukkan benda ke dalam wadah

Ajari bayi cara memasukkan mainan atau benda kecil ke dalam suatu wadah yang dibuat dari karton, kaleng, kardus, atau botol air mineral bekas. Setelah bayi memasukkan benda-benda tersebut ke dalam wadah, ajari cara mengeluarkan benda tersebut dan memasukkannya kembali. Pastikan benda-benda tersebut tidak berbahaya, seperti jangan terlalu kecil karena akan membuat tersedak bila benda itu tertelan.

·      Melatih bayi mencari dan menemukan mainan

     Sembunyikan mainan atau benda yang disukai bayi dengan cara ditutup selimut atau koran sebagian saja. Tunjukkan ke bayi cara menemukan mainan tersebut yaitu dengan cara mengangkat kain atau koran penutup mainan. Setelah bayi mengerti permainan ini, maka tutup mainan tersebut dengan selimut atau koran, dan biarkan ia mencari mainan itu sendiri.

·      Melatih bayi membuat bunyi-bunyian

Tangan kanan dan kiri bayi masing-masing memegang mainan yang tidak dapat pecah (kubus atau balok kecil). Bantu agar bayi membuat bunyi-bunyian dengan cara memukul-mukul kedua benda tersebut.

·      Mengucapkan kata sederhana dari suara bayi

Ulangi suara bayi dan ucapkan kata-kata sederhana dengan suara itu. Misalnya jika bayi berkata “Bah”, ucapkan “Botol” atau “Buku”.

·      Membacakan buku cerita

Bacakan buku cerita dengan gambar berwarna (gambar hewan, kendaraan, meja, gelas, dsb) dari buku atau majalah bergambar. Tunjukkan hal-hal baru di dalamnya. Puji bayi bila ia mengoceh dan ikut ‘membaca’ juga. Lakukan stimulasi ini setiap hari dalam beberapa menit saja. Sebutkan dengan cara yang benar sesuai ejaan dan tidak cadel. Selain dari buku, Anda juga dapat mengenalkan atau menunjuk nama orang (papa atau mama) dan benda di sekitar.

·      Mengenali suasana hati bayi

Belajarlah untuk membaca suasana hati bayi. Jika ia senang, maka lanjutkan apa yang sedang Anda lakukan. Jika ia tidak senang, maka berhenti dan tenangkan bayi.

·      Mengajarkan bayi tentang konsep sebab dan akibat

Ketika bayi menjatuhkan mainan di atas lantai, ambil dan berikan kembali. Permainan ini   mengajarkan tentang sebab akibat.

·      Mengajak bayi bermain permainan bersosialisasi dan mengajari perintah sederhana

Ajak bayi bermain dengan orang lain. Misalnya bersalaman atau tepuk tangan. Ketika ayah pergi lambaikan tangan ke bayi sambil berkata “Da...daah”, bantu bayi dengan gerakan membalas melambaikan tangannya. Setelah ia mengerti permainan tersebut, coba agar bayi mau menggerakkan tangannya sendiri ketika Anda mengucapkan kata-kata seperti di atas.

 

RED FLAG (PERINGATAN)

Umur 6 bulan

·            Tidak dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain

·            Memiliki kesulitan untuk membawa benda ke arah mulut

·            Tampak sangat lemah, seperti boneka kain

·            Tidak dapat berguling ke arah manapun

·            Terlihat sangat kaku, otot tampak tegang

·            Tidak merespons terhadap suara di sekitarnya

·            Tidak tertarik atau tidak mencoba untuk meraih benda di sekitarnya

·            Tidak mengeluarkan suara vokal (“ah”, “eh”, “oh”)

·            Tidak tertawa atau membuat suara memekik

·            Tidak tersenyum, tertawa, atau menunjukkan ekspresi wajah

·            Tidak menunjukkan ketertarikan atau rasa kasih sayang pada pengasuh

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

 

USIA 9 – 11 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·      Duduk sendiri dari posisi berbaring

·      Merangkak

·      Mengangkat badan ke posisi berdiri

·      Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan pada kursi

·      Dapat berjalan dengan dituntun

Motorik halus dan adaptif

·      Mengulurkan lengan atau badan untuk meraih mainan

·      Menggenggam erat pensil

·      Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain

·      Mengambil benda kecil dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk

·      Membenturkan 2 benda

·      Mencari benda yang ia lihat Anda sembunyikan

Bicara dan bahasa

·      Menirukan suara, kata, suku kata, dan gerak tubuh orang lain

·      Menyebut 2–3 suku kata yang sama tanpa arti seperti “Mamamama” dan “Bababababa”

·      Menyebut 1 kata yang mempunyai arti

·      Bereaksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan

·      Memberi respons anggukan atau gelengan kepala

Sosialisasi dan kemandirian

·      Mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya

·      Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenali

·      Memiliki mainan favorit

·      Memahami makna kata ‘tidak’

·      Menggunakan jari untuk menunjuk sesuatu

 

STIMULASI

·      Saat bayi mulai lebih sering bergerak, tetaplah berada pada jarak dekat dengannya

·      Sediakan tempat yang cukup luas dan aman untuk bayi bermain

·      Latih bayi untuk duduk, merangkak, berdiri berpegangan

·      Latih bayi untuk memegang mainan dengan 2 tangan

·      Latih bayi untuk memasukkan benda kecil ke dalam wadah

·      Melatih bayi menyusun balok

Ajari bayi menyusun beberapa balok atau kotak besar. Balok atau kotak dapat dibuat dari karton atau potongan-potongan kayu bekas. Benda lain yang dapat dipakai adalah beberapa kaleng kecil kosong atau mainan anak berbentuk kubus atau balok.

·      Melatih bayi menggambar

Letakkan krayon atau pensil berwarna dan kertas di meja. Ajak bayi ‘menggambar’ dan mencoret-coret dengan krayon atau pensil warna. Kegiatan menggambar ini dapat dilakukan bersamaan dengan Anda mengerjakan tugas rumah tangga.

·      Melatih bayi mengambil mainan

Ajari bayi untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya agak jauh dengan cara meraih, menarik ataupun mendorong badannya supaya dekat dengan mainan tersebut. Letakkan mainan yang bertali agak jauh, ajari bayi cara menarik tali untuk mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut jika Anda tidak dapat mengawasi bayi.

·      Melatih bayi mencari mainan

Sembunyikan mainan bayi dan biarkan bayi mencari mainannya.

·      Mengucapkan dan menunjuk orang, benda, atau organ tubuh yang sudah dikenalkan

Deskripsikan apa yang dilihat oleh bayi; misal “Bola bulat berwarna merah” dan beritahu apa yang diinginkan bayi Anda saat ia menunjuk pada suatu benda.

·      Mengajak bayi berbicara dan melatih bayi menirukan kata-kata

Setiap hari bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya, seperti: minum, susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing dll. Buat agar bayi mau menirukan kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakan, puji ia, kemudian sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya.

·      Membacakan buku

Bacakan buku dan ajak bicara. Anda dapat mengenalkan gambar-gambar yang ada di dalam buku dan memintanya untuk menunjuk gambar yang Anda sebutkan.

·      Mengajak bayi berbicara dengan boneka

Beli sebuah boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambari dengan pena menyerupai bentuk wajah. Berpura-puralah bahwa boneka itu yang berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali dengan boneka itu.

·      Bersenandung dan nyanyikan lagu bersama sesering mungkin

·      Berikan kesempatan kepada bayi untuk berkomunikasi atau bermain dengan teman sebaya

·      Katakan menurut Anda apa yang sedang dirasakan bayi

Misalnya, katakan “Kamu sedang sedih ya, mari kita lihat apa yang dapat kita lakukan untuk membuatmu merasa lebih baik”.

·      Menghindari kata ‘jangan’

Minta bayi melakukan apa yang Anda inginkan. Misalnya, lebih baik katakan “Sekarang waktunya duduk” daripada “Jangan berdiri”.

·      Mengajak bayi bermain di dapur

Biarkan bayi bermain di dapur ketika Anda sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh dari kompor dan letakkan sebuah kotak tempat menyimpan mainan alat memasak dari plastik atau benda-benda yang ada di dapur seperti gelas, mangkok, sendok, tutup gelas dari plastik.

·      Menggali hal-hal yang membuat bayi senang dan nyaman

Perhatikan cara bayi bereaksi terhadap situasi atau orang baru; terus lakukan hal-hal yang membuat bayi bahagia dan nyaman.

·      Lanjutkan rutinitas yang telah dibentuk sebelumnya

·      Ajak bayi untuk bermain permainan ‘giliranku, giliranmu’

·      Mengajarkan sebab akibat

Ajarkan sebab akibat dengan menggelindingkan bola maju dan mundur, mendorong mobil mainan dan truk, serta memasukkan dan mengeluarkan balok dari wadah.

·      Mengajak bermain cilukba dan petak umpet

Pegang sapu tangan, kain, atau kertas untuk menutupi wajah Anda dari pandangan bayi, kemudian singkirkan penutup wajah dari hadapan bayi dan katakan “Cilukba” ketika bayi dapat melihat wajah Anda kembali.

·      Ajak bayi bermain dengan orang lain dan ketika anggota keluarga lain pergi, lambaikan tangan ke bayi sambil berkata “Da..daaah”, bantu bayi membalas lambaian

 

RED FLAG (PERINGATAN)

Umur 9 bulan

·         Tidak mampu duduk dengan bantuan dan jarang berguling

·         Tidak dapat menahan beban dengan kedua kakinya

·         Tidak dapat melakukan permainan yang melibatkan gerakan ‘bolak– balik’

·         Tidak dapat memindahkan mainan dari 1 tangan ke tangan yang lain

·         Jarang mengoceh dengan konsonan atau tidak mengoceh “Mama”, “Baba”, “Dada”

·         Tidak merespon ketika namanya dipanggil dan tidak melihat ke arah yang ditunjuk

·         Tidak mengenali orang–orang yang familiar

·         Tidak ada timbal balik (interaksi 2 arah) saat diajak senyum atau bicara

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

USIA 12 – 17 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·   Berdiri sendiri tanpa berpegangan

·   Membungkuk untuk memungut mainan kemudian berdiri kembali

·   Berjalan dengan baik

Motorik halus dan adaptif

·   Menumpuk 2 kubus dan Memasukkan benda ke dalam wadah dan mengeluarkannya

·   Mengeksplor benda dengan berbagai cara (goyang, bentur, lempar)

·   Dapat memegang krayon, mencoret–coret

·   Dapat menemukan benda yang disembunyikan dengan mudah

·   Menggunakan benda–benda dengan benar sesuai kegunaannya

Bicara dan bahasa

·   Memanggil ayah dengan kata ‘papa’, memanggil ibu dengan kata ‘mama’

·   Mampu menyebutkan 1 sampai 6 kata yang mempunyai arti

·   Mencoba mengucapkan kata–kata yang Anda ucapkan

·   Merespon terhadap perintah lisan sederhana

·   Melakukan gerakan sederhana, seperti geleng kepala atau ‘dadah’

Sosialisasi dan kemandirian

·   Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek

·   Mengulang suara atau tindakan untuk mendapatkan perhatian

·   Memperlihatkan rasa cemburu atau bersaing

·   Menunjukkan rasa takut, malu, atau gugup pada beberapa situasi

·   Menangis ketika ayah atau ibu pergi

·   Memiliki mainan atau orang tertentu yang disenangi

·   Menggunakan bahasa tubuh untuk mengutarakan keinginan

 

STIMULASI

·      Berikan anak pelukan, ciuman, dan pujian ketika anak berperilaku baik

·      Berikan ruang yang cukup luas dan aman untuk eksplorasi

Jadikan rumah ramah anak. Simpan produk pembersih dan perawatan rumah lainnya di tempat yang aman. Gunakan pagar pengaman dan pastikan pintu terkunci.

·      Melatih anak berjalan mundur 5 langkah

Bila anak sudah dapat berjalan tanpa berpegangan, ajari anak cara melangkah mundur. Berikan mainan yang dapat ditarik karena anak akan mengambil langkah mundur untuk dapat memperhatikan mainan itu. Umumnya anak senang dengan mainan yang bersuara.

·      Latih anak untuk dapat membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali

·      Melatih anak berjalan naik dan turun tangga

Bila anak sudah bisa merangkak naik dan melangkah turun tangga, ajari anak cara jalan naik tangga sambil berpegangan pada dinding atau pegangan tangga. Tetap bersama anak ketika ia melakukan hal ini untuk pertama kalinya.

·      Melatih anak berjalan sambil berjinjit

Tunjukkan kepada anak cara berjalan sambil berjinjit. Buat agar anak mau mengikuti Anda berjinjit di sekeliling ruangan.

·      Ajak anak bermain menyusun puzzle dan merangkai manik besar

·      Melatih anak menangkap, melempar, dan menendang bola

Tunjukkan kepada anak cara melempar sebuah bola besar, kemudian cara menangkap bola tersebut. Bila anak bisa melempar bola ukuran besar, ajari anak melempar bola yang ukurannya lebih kecil. Selain lempar tangkap, Anda dapat mengajak anak untuk belajar menendang bola.

·      Melatih anak menyusun balok

Beli atau buat balok-balok kecil dari kayu dengan ukuran sekitar 2,5 cm x 2,5 cm. Ajari anak cara menyusun balok ke atas tanpa menjatuhkannya.

·      Melatih anak memasukkan dan mengeluarkan benda

Ajari anak cara memasukkan benda-benda ke dalam wadah seperti kotak, pot bunga, botol, dan lain-lain. Tunjukkan bagaimana mengeluarkannya dari wadah. Ajak anak bermain memasukkan dan mengeluarkan benda-benda tersebut.

·      Melatih anak memasukkan benda yang satu ke benda lainnya

Sediakan mangkok atau kotak plastik dari berbagai ukuran. Tunjukkan kepada anak cara meletakkan mangkok yang ukurannya lebih kecil ke mangkuk lebih besar. Buat agar anak mau melakukannya sendiri. Pilih benda-benda yang tidak mudah pecah.

·      Melatih anak menggambar

Berikan anak krayon dan kertas, lalu biarkan ia menggambar dengan bebas. Tunjukkan pada anak cara menggambar garis ke atas, ke bawah, dan melintasi halaman. Puji anak saat ia mencoba menyalinnya.

·      Melatih anak menemukan benda

Sembunyikan mainan-mainan kecil dan dorong anak untuk dapat menemukannya.

·      Mengajak anak membuat suara dari benda atau instrumen musik

Berikan anak panci dan wajan atau instrumen musik berukuran kecil seperti drum atau simbal. Dorong anak untuk membuat suara dari benda-benda tersebut.

·      Ajak anak bermain dengan mainan yang dapat didorong seperti gerobak

·      Ajak anak bermain telpon-telponan

·      Melatih anak mengenal bagian tubuh

Dimulai dari bagian tubuh yang mudah, anak diajarkan nama-nama  bagian tubuh. Anak diminta untuk menunjuk bagian-bagian tubuh. Ajarkan anak untuk mengikuti kata penyebutan bagian-bagian tubuh tersebut.

·      Melatih anak mengenal nama-nama benda di sekitar

Selain anggota tubuh, Anda dapat meminta anak untuk menyebut nama benda-benda yang Anda lihat ketika sedang berkendara. Kembangkan apa yang anak coba untuk katakan atau apa yang ia tunjuk. Jika ia menunjuk truk dan mengatakan “T” atau “Truk”, katakan “Ya, itu adalah truk berwarna biru yang besar”.

·      Ajak anak bernyanyi lagu yang membutuhkan gerakan tubuh

·      Berikan kesempatan kepada anak untuk berkomunikasi atau bermain dengan teman sebaya

·      Beritahu anak apa yang sedang Anda lakukan, misal “Ibu sedang mencuci tanganmu”

·      Membacakan buku cerita

Bacakan buku cerita setiap hari. Biarkan ia yang membalik halamannya dan bergantianlah dengan anak untuk menyebutkan nama gambar.

·      Ajak anak bermain petak umpet

·      Ajak anak merapikan mainannya setelah selesai bermain

·      Melatih anak menirukan pekerjaan rumah tangga

Ketika Anda membersihkan rumah, menyapu, dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, ajak anak untuk menirukannya. Berikan kepadanya lap pembersih debu, sapu, dan lain-lain.

·      Melatih anak melepas pakaian

Tunjukkan kepada anak cara melepas pakaiannya. Mula-mula bantu anak dengan cara membukakan kancing bajunya, melepas sepatunya, atau menarik kaos atau blus melewati kepala anak.

·      Melatih anak makan sendiri

Tunjukkan kepada anak cara memegang sendok. Biarkan anak makan sendiri dan bantu jika anak mengalami kesulitan. Ajak anak untuk makan bersama anggota keluarga yang lain.

·      Mengajari anak merawat boneka

Beri anak boneka plastik atau karet yang dapat dicuci. Ajari anak cara menggendong, memberi makan, menyayangi, meninabobokan, dan memandikan boneka itu.

·      Sering bawa anak ke tempat-tempat umum

Seperti kebun binatang, pusat perbelanjaan, terminal bus, museum, stasiun kereta api, lapangan terbang, taman, tempat bermain, dan sebagainya. Bicarakan mengenai benda-benda yang Anda dan anak Anda lihat.

·      Berikan anak waktu untuk mengenal pengasuh baru

·      Bawa mainan favorit, boneka binatang, atau selimut kesukaannya agar anak merasa nyaman

·      Berikan respons yang tepat terhadap perilaku anak

Dalam memberikan respons terhadap perilaku anak yang tidak diinginkan, katakan ‘tidak’ dengan tegas. Jangan berteriak, memukul, atau memberikan penjelasan yang panjang. ‘Time out’ selama 30 detik-1 menit mungkin dapat membantu.

·      Luangkan lebih banyak waktu untuk mendorong anak melakukan perilaku yang diinginkan daripada menghukum perilaku yang tidak diinginkan

 

RED FLAG (PERINGATAN)

Umur 12 bulan

·      Tidak dapat berdiri atau menahan beban dengan kedua kaki

·      Tidak merespons ketika namanya dipanggil

·      Tidak memahami kata ‘tidak’

·      Tidak berusaha mencari barang yang ia tahu Anda sembunyikan

·      Tidak mengucapkan satu katapun seperti ‘mama’ atau ‘dada’

·      Tidak dapat menunjuk benda

·      Acuh tak acuh atau menolak kedekatan dengan pengasuh

 

Umur 15 bulan

·      Tidak dapat memegang pensil dan menunjuk benda yang diinginkan

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

USIA 18 – 23 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·      Berjalan mundur 5 langkah

·      Dapat naik tangga dengan berpegangan pada pegangan tangan

·      Berlari

Motorik halus dan adaptif

·      Menumpuk 4 buah kubus

·      Mencoret–coret sendiri

·      Menggelindingkan bola ke arah sasaran

Bicara dan bahasa

·      Menyebut 7–20 kata yang mempunyai arti

·      Menunjuk untuk memberitahu apa yang diinginkannya

·      Mengatakan ‘tidak’ dan menggelengkan kepala

·      Menunjuk 1 bagian tubuh

·      Dapat mengikuti perintah lisan 1 langkah tanpa bantuan gerak tubuh

Sosialisasi dan kemandirian

·      Melepaskan pakaiannya dengan bantuan

·      Membantu atau menirukan pekerjaan rumah tangga

·      Memegang cangkir sendiri, belajar makan dan minum sendiri

·      Memberikan benda kepada orang lain untuk mengajak bermain

·      Menunjukkan rasa takut terhadap orang asing

·      Menunjukkan rasa sayang kepada orang yang dikenal

·      Bermain peran sederhana, seperti memberi makan boneka

·      Menunjuk untuk memperlihatkan sesuatu yang menarik

·      Mengeksplorasi lingkungan sekitar sendirian dengan orang tua tetap berada di dekatnya

·      Mengetahui jenis kelamin diri sendiri

 

STIMULASI

·         Berikan anak ruang yang aman untuk berjalan dan bergerak

·         Berikan mainan yang dapat didorong dan ditarik dengan aman

·         Ciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Penting untuk menjaga lingkungan          tetap konsisten dan dapat diprediksi

·         Melatih keseimbangan tubuh

·         Ajari anak cara berdiri dengan 1 kaki secara bergantian. la mungkin perlu berpegangan kepada Anda atau kursi ketika ia melakukan untuk pertama kalinya. Usahakan agar anak menjadi terbiasa dan dapat berdiri dengan seimbang dalam waktu yang lebih lama setiap kali ia mengulangi permainan ini.

·         Latih anak berjalan, berlari, dan melompat

·         Latih anak untuk naik dan turun tangga

·         Latih anak untuk dapat melempar, menangkap, dan menendang bola

·         Melatih anak mendorong mainan dengan kaki

Biarkan anak bermain dengan mainan yang perlu didorong dengan kakinya agar mainan itu dapat bergerak maju.

·         Melatih anak mengenal berbagai ukuran dan bentuk

Buat lubang-lubang dengan ukuran dan bentuk yang berbeda pada sebuah tutup kotak atau kardus. Beri anak mainan atau benda-benda yang bisa dimasukkan lewat lubang-lubang itu. Selain itu, Anda dapat memberi anak adonan kue (apabila Anda membuat kue) atau lilin yang bisa dibentuk. Ajari bagaimana cara membuat berbagai bentuk.

·         Mengajak anak bermain puzzle

Beri anak permainan puzzle sederhana, yang hanya terdiri dari 2-3 potong saja.

·         Melatih anak menggambar wajah atau bentuk

Tunjukkan kepada anak cara menggambar bentuk-bentuk seperti garis, bulatan, dan lain-lainnya menggunakan spidol, krayon, dan lain-lain. Ajarkan juga cara menggambar wajah.

·         Melatih anak mengancingkan baju

Beri anak pakaian atau mainan yang mempunyai kancing. Ajari anak cara mengancingkan kancing tersebut.

·         Mengajak anak membuat rumah-rumahan

Ajak anak membuat rumah-rumahan dari kotak besar atau kardus. Potong kardus itu untuk membuat jendela dan pintu rumah.

·         Melatih anak menemukan benda

Sembunyikan benda di bawah selimut dan bantal, lalu dorong anak untuk dapat menemukannya.

·         Ajak anak untuk bernyanyi

·         Melatih anak bercerita tentang apa yang dilihatnya

Perlihatkan sering-sering buku dan majalah bergambar kepada anak. Bacakan dan ceritakan gambar yang ada dengan kata-kata sederhana. Usahakan agar anak mau menceritakan apa yang dilihatnya.

·         Tirukan kata-kata anak

·         Gunakan kata-kata yang menunjukkan perasaan atau emosi

·         Gunakan frasa yang sederhana dan jelas

·         Tanyakan pertanyaan sederhana dan berikan anak kesempatan untuk menjawab

·         Melatih anak mengerjakan perintah sederhana

·         Mulai memberi perintah kepada anak dengan menggunakan kata-kata yang sederhana, misalnya "Tolong bawakan kaos kaki merah" atau "Letakkan cangkirmu di meja". Tunjukkan kepada anak cara mengerjakan perintah tadi.

·         Melatih anak berpakaian

Biarkan anak memakai dan melepas pakaiannya sendiri sejauh yang dapat dilakukannya. Setelah belajar lebih banyak mengenal hal ini, berangsur-angsur ia akan mau melakukan sendiri tanpa dibantu.

·         Usahakan agar anak mau membereskan mainannya dan membantu kegiatan rumah tangga  yang ringan

·         Melatih anak makan dan minum sendiri

Ajari ia makan sendiri dengan memakai sendok dan garpu serta minum dari cangkir, tidak peduli seberapapun berantakannya. Ajak ia makan bersama keluarga.

·         Mengajak anak bermain permainan yang memerlukan interaksi dengan teman bermain Usahakan agar anak bermain dengan teman sebaya misalnya bermain petak umpet. Dengan    bermain seperti ini, anak akan belajar bagaimana mengikuti aturan permainan dan giliran  bermain dengan teman-temannya.

·         Melatih anak mengenal jenis kelamin

Perkenalkan jenis kelamin anak, baik saat memandikan anak atau memakaikan pakaian. Gunakan kata sederhana dan dengan intonasi datar.

·         Lebih sering memuji perilaku baik daripada menghukum perilaku yang buruk (gunakan ‘time- out’ yang lebih singkat)

·         Deskripsikan emosi anak, misalnya “Kamu senang ketika membaca buku ini”

·         Dorong anak untuk berempati, misal ketika ia melihat temannya sedih, dorong anak untuk              memeluk atau menepuk pundak temannya

·         Biarkan anak bermain dengan balok, bola, puzzle, buku, dan mainan yang mengajarkan sebab  akibat dan pemecahan

·         Berikan mainan yang mendorong anak untuk bermain berpura-pura, misalnya boneka, telepon  mainan

 

RED FLAG (PERINGATAN)

Umur 18 bulan

·         Tidak dapat berjalan tanpa bantuan

·         Tidak dapat menyebutkan minimal 6 kata

·         Tidak dapat meniru tindakan atau perkataan orang lain

·         Tidak peduli ketika pengasuh datang atau pergi

·         Tidak mampu menunjuk benda untuk menunjukkan sesuatu pada orang lain

·         Tidak mengetahui fungsi benda–benda yang familiar

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

USIA 24 – 35 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·      Jalan naik tangga sendiri dan berlari

·      Bermain dan menendang bola kecil

Motorik halus dan adaptif

·      Membuat garis lurus dan menumpuk 4 atau lebih kubus

·      Menemukan benda yang disembunyikan dalam 2-3 lapisan penutup

Bicara dan bahasa

·      Membuat kalimat yang terdiri dari 2–4 kata

·      Mengulangi kata–kata yang didengarnya dari percakapan

·      Mengetahui nama orang yang dikenal

·      Menunjuk 3–6 atau lebih bagian tubuh

·      Menunjuk 4 gambar/benda yang tepat ketika namanya disebutkan

·      Melihat gambar dan menyebut dengan benar sedikitnya 2 benda

·      Mulai mengenal bentuk dan warna

·      Mengikuti perintah 2 langkah

·      Melengkapi kalimat dari buku atau lirik lagu yang familiar

Sosialisasi dan kemandirian

·      Menunjukkan kemandirian yang lebih

·      Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah

·      Menirukan orang lain, terutama orang dewasa dan anak yang lebih tua

·      Merasa bersemangat ketika bersama anak–anak lain dan mulai melibatkan teman- temannya dalam permainan

·      Menunjukkan perilaku menentang (melakukan apa yang dilarang)

·      Bermain permainan berpura–pura yang sederhana

 

STIMULASI

·         Dorong agar anak mau memanjat, berlari, melompat, merayap, melatih keseimbangan badan, bermain menendang bola, serta latihan menghadapi rintangan

Ajak anak bermain ‘ular naga’, merangkak di kolong meja, berjinjit mengelilingi kursi, melompat di atas bantal dan lain-lain.

·         Melatih anak melompat

Usahakan agar anak melompat jauh dengan kedua kakinya bersamaan. Letakkan sebuah handuk bekas di lantai, atau buat garis di tanah dengan sebuah tongkat atau di lantai dengan sebuah kapur tulis sebagai batas lompatan.

·         Melatih anak melempar dan menangkap

Tunjukkan kepada anak cara melempar sebuah bola besar ke arah Anda. Kemudian lemparkan kembali bola itu kepada anak sehingga ia dapat menangkapnya.

·         Dorong agar anak mau bermain puzzle

Bantu anak menyelesaikan puzzle bentuk, warna, atau hewan. Beritahu nama setiap bagian saat anak Anda meletakkan pada tempatnya.

·         Mengajak anak membuat gambar tempelan

Bantu anak memotong gambar-gambar dari majalah tua dengan gunting untuk anak dan tempelkan di kertas atau karton. Bicarakan dengan anak tentang apa yang sedang dibuatnya.

·         Mengajak anak membuat proyek seni

Lakukan proyek seni menggunakan krayon, cat, dan kertas. Deskripsikan apa yang anak Anda buat dan tempel hasilnya di dinding atau kulkas.

·         Mengajak anak memilih dan mengelompokkan benda-benda menurut jenisnya

Berikan kepada anak bermacam-macam benda, misalnya uang logam, berbagai jenis kancing, benda berbagai warna, dan lain-lain. Minta anak memilih dan mengelompokkan benda-benda itu menurut jenisnya. Mulai dengan 2 jenis benda yang berlainan, kemudian sedikit demi sedikit tambahkan jenisnya.

·         Melatih anak mencocokkan gambar dan benda

Tunjukkan kepada anak cara mencocokkan gambar bola dengan sebuah bola yang sesungguhnya. Bicarakan mengenai bentuknya, gunanya, dansebagainya.

·         Memperkenalkan konsep jumlah

Tunjukkan kepada anak cara mengelompokkan benda dalam jumlah satu, dua, tiga dan sebagainya. Katakan kepada anak Anda berapa jumlah benda dalam 1 kelompok dan bantu ia menghitungnya, misalnya “Ini ada 3 biji kacang, mari kita hitung, satu, dua, tiga”.

·         Melatih anak menyusun balok

Beli atau buat 1 set balok mainan anak. Bila anak Anda bertambah besar, Anda dapat menambah jumlahnya. Beri anak kesempatan untuk membangun dan merobohkannya.

·         Melatih anak menemukan benda

·         Minta anak untuk membantu membuka pintu atau laci dan membalik halaman buku atau     majalah

·         Ketika anak sudah dapat berjalan dengan baik, minta anak untuk membawakan benda kecil

·         Ajak anak berbicara dengan menggunakan 2 kata dengan ejaan bahasa yang baik dan benar serta tidak cadel

·         Membacakan buku cerita

Bacakan buku cerita anak. Buat agar anak melihat Anda membaca buku. Gunakan buku cerita dengan tulisan dan gambar yang besar supaya menarik minat anak. Ketika selesai membacakan, Anda dapat mengajukan pertanyaan 5 W dan 1 H: Who (siapa tokohnya); What (apa yang terjadi); When (kapan terjadinya); Where (di mana terjadinya); Why (mengapa bisa terjadi); How (bagaimana bisa terjadi).

·         Dorong agar anak mau bercerita apa yang dilihatnya baik dari buku maupun ketika jalan-jalan

·         Memberikan pendampingan saat menonton TV atau bermain gadget

Apabila ingin menonton TV atau gadget, dampingi anak ketika menonton. Beri penjelasan kepada anak tentang apa yang dilihat dan didengar pada acara tersebut. Ajak anak untuk dapat memberi tanggapan sehingga kita bisa mengetahui bahwa apa yang dipersepsikan anak terhadap tontonan tersebut adalah benar. Batasi waktu menonton maksimal 1 jam per hari.

·         Melatih anak menyebut nama lengkap

·         Menceritakan diri anak

Anak senang mendengar cerita tentang dirinya. Ceritakan kembali kejadian-kejadian lucu dan menarik yang dialami anak.

·         Melatih anak menyebutkan nama, sifat, guna, serta keadaan suatu benda

Anak dapat melihat gambar dan menyebut dengan benar nama-nama benda yang sudah diajarkan. Ketika mengajak anak bicara, gunakan ungkapan yang menyatakan keadaan suatu benda. Misal: "Pakai kemeja yang merah", "Bolamu yang kuning ada dibawah meja", “Mobil- mobilan yang biru itu ada di dalam laci", dan sebagainya.

·         Ajari anak untuk mengidentifikasi dan menyebutkan bagian-bagian tubuh, hewan, serta hal- hal umum lainnya

·         Melatih anak mengenal nama berbagai jenis pakaian

Ketika mengenakan pakaian anak, sebut nama jenis pakaian tersebut (kemeja, celana, kaos, celana, rok, dsb). Minta anak mengambil pakaian yang Anda sebutkan sambil menyebutkan kembali jenisnya.

·         Jangan mengoreksi anak Anda saat dia mengucapkan kata-kata yang salah. Sebaliknya, beri ia contoh bagaimana mengatakan dengan benar, misalnya “Itu adalah bola”

·         Dorong anak untuk mengucapkan kata dibanding menunjuk

Jika anak tidak dapat mengucapkan seluruh kata (‘susu’), bantu dengan mengucapkan (‘s’). Seiring waktu, Anda dapat mendorongnya untuk mengucapkan seluruh kalimat “Aku ingin susu”.

·         Melatih buang air kecil dan buang air besar di kamar mandi atau WC

Ajari anak untuk memberitahu anda bila ingin buang air kecil atau buang air besar. Dampingi anak saat buang air kecil atau buang air besar dan beritahu cara membersihkan diri dan menyiram kotoran.

·         Melatih anak berpakaian

Ajari anak berpakaian sendiri tanpa bantuan. Beri kesempatan anak memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya.

·         Bujuk dan tenangkan ketika anak kecewa dengan cara memeluk dan berbicarakepadanya

·         Sering-sering ajak anak pergi ke luar mengunjungi tempat bermain, toko, kebun binatang dan lain-lain

·         Ajak anak membersihkan tubuhnya ketika kotor kemudian mengelapnya  dengan bantuan Anda sesedikit mungkin

Demikian juga dalam mencuci tangan, berpakaian, merapikan mainan, dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan, seperti menyapu dan menyiapkan makan. Puji anak ketika melakukannya.

·         Mengajak anak berdandan

Biarkan anak berdandan mengenakan pakaian dewasa yang sudah tua. Beri anak beberapa topi, rok, celana, kemeja, sepatu, dsb. Biarkan anak memilih sendiri mana yang akan dipakainya.

·         Ajari anak untuk makan dengan sendok dan garpu

·         Pada umur ini, anak akan bermain bersama temannya namun belum memahami konsep              berbagi.

Sediakan banyak mainan dan awasi jika terjadi pertengkaran.

·         Berikan perhatian kepada anak dan puji ketika mereka dapat mengikuti instruksi

·         Batasi perhatian Anda dari perilaku menantang anak dan lebih fokus untuk memuji daripada  menghukum.

 

 

 

 

RED FLAG (PERINGATAN)

Umur 24 bulan

·         Tidak dapat berjalan dengan stabil

·         Tidak dapat mengatakan kalimat yang terdiri dari 2 kata

·         Tidak mampu untuk mengikuti perintah sederhana

·         Tidak dapat meniru tindakan atau perkataan orang lain

·         Jarang mau melakukan kontak mata

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

USIA 36 – 47 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·         Berdiri 1 kaki selama 2 detik

·         Melakukan lompatan lebar (minimal selebar 20 cm)

·         Berjalan naik dan turun tangga, 1 kaki di setiap anak tangga tanpa berpegangan

Motorik halus dan adaptif

·         Menumpuk 8 buah kubus

·         Menyusun puzzle yang terdiri dari 3 hingga 4 bagian

·         Menggambar lingkaran dengan contoh atau mandiri

·         Menggambar orang 3 bagian

Bicara dan bahasa

·         Semua pembicaraan sudah harus dapat dimengerti orang lain

·         Melakukan percakapan yang berisi 2 hingga 3 kalimat

·         Menyebutkan nama, umur, tempat, dan nama teman serta benda–benda yang dikenal serta mengenal 2–4 warna

·         Mengerti arti kata ‘di atas’, ‘di bawah’, ‘di depan’, ‘di dalam’

·         Memahami arti kata ‘dua’

·         Mendengarkan cerita dan Mengikuti perintah 3 langkah atau lebih

Sosialisasi dan kemandirian

·         Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri

·         Memakai dan melepas pakaian sendiri

·         Bermain bersama teman, dapat mengikuti aturan permainan

·         Bermain permainan berpura–pura

·         Memahami konsep ‘milikku’ dan ‘miliknya’

·         Menunjukkan berbagai macam emosi

·         Berpisah dengan mudah dari ayah atau ibu

·         Mengetahui anggota tubuh yang tidak boleh disentuh atau dipegang orang lain kecuali oleh orang tua dan dokter

 

STIMULASI

·         Melatih anak berjalan mengikuti garis lurus

Di halaman rumah, letakkan papan sempit, buat garis lurus dengan tali rafia, kapur, atau susun batu bata memanjang. Tunjukkan pada anak cara berjalan di atas papan atau garis lurus dengan merentangkan kedua tangan untuk menjaga keseimbangan tubuh.

·         Melatih anak melompat

Tunjukkan pada anak cara melompat dengan 1 kaki. Bila anak sudah bisa melompat dengan 1 kaki, tunjukkan cara melompat melintas ruangan, mula-mula dengan 1 kaki, kemudian bergantian dengan kaki yang lainnya.

·         Melatih anak naik dan turun tangga

Pegang tangan anak ketika menaiki dan menuruni tangga. Ketika anak mulai mahir, dorong ia untuk berpegangan pada pegangan tangga.

·         Melatih anak menangkap dan melempar bola

Ajak anak menangkap bola, gunakan bola sebesar bola tenis. Sekali-kali bola dilempar ke arah anak, minta anak menangkapnya, kemudian melempar kembali ke arah Anda.

·         Melatih anak melempar ke atas dan menjatuhkan benda

Ajari anak melempar benda-benda kecil ke atas atau menjatuhkan kerikil ke dalam kaleng. Gunakan benda- benda yang tidak berbahaya.

·         Mengajak anak menirukan hewan

Tunjukkan pada anak cara hewan berjalan, misal anjing berjalan dengan kedua kaki dan tangan. Ajak anak ke kebun binatang dan tirukan gerak-gerik hewan.

·         Mengajak anak bermain permainan lampu hijau-merah

Minta anak berdiri di hadapan Anda. Ketika Anda mengatakan “Lampu hijau” minta anak berjalan jinjit ke arah Anda dan berhenti ketika Anda mengatakan ”Lampu merah“. Lanjutkan mengatakan “Lampu hijau” dan "Lampu merah" secara bergantian sampai anak tiba di tempat Anda. Selanjutnya giliran anak untuk mengatakan “Lampu hijau” dan "Lampu merah" secara bergantian ketika Anda berjinjit menuju ke arah depan.

·         Melatih anak menggambar atau menulis

Beri anak selembar kertas dan pensil. Ajari anak menggambar garis lurus, bulatan, segi empat, menulis huruf dan angka, serta menulis nama anak. Kemudian buat gambar pagar, rumah, matahari, bulan, dan sebagainya. Anda juga dapat mengajak anak menggambar dengan cat memakai jari- jarinya di selembar kertas besar. Buat agar ia mau memakai kedua tangannya dan membuat bulatan besar atau bentuk-bentuk lainnya.

·         Melatih anak menggunting

Beri anak gunting, tunjukkan ia cara menggunting. Beri gambar besar untuk  latihan menggunting.

·         Mengajak anak menempel potongan gambar

Ajak anak membuat buku cerita gambar tempel. Gunting gambar yang menarik dari majalah tua atau brosur, tunjukkan pada anak cara menyusun guntingan gambar tersebut sehingga menjadi suatu cerita menarik. Minta anak menempel guntingan gambar tersebut pada kertas dan di bawah gambar tersebut, tulis ceritanya. Selain itu, Anda juga dapat menggunting kertas berwarna menjadi segitiga, segi empat, lingkaran. Jelaskan mengenai perbedaan bentuk-bentuk tersebut. Minta anak membuat gambar dengan cara menempelkan potongan-potongan berbagai bentuk di selembar kertas. Gantung gambar tersebut di kamar anak.

·         Melatih anak menjahit

Gunting sebuah gambar dari majalah, tempel pada selembar karton. Buat lubang-lubang di sekeliling gambar tersebut. Ambil tali rafia dan simpulkan salah satu ujungnya. Kemudian, ajari anak cara ‘menjahit’ sekeliling gambar dengan memasukkan tali rafia ke lubang-lubang tersebut satu persatu.

·         Mengajarkan konsep berhitung

Letakkan sejumlah kacang di mangkok atau kaleng. Ajari anak menghitung kacang dan letakkan kacang tersebut di tempat lainnya. Mula-mula anak belum bisa menghitung lebih dari dua atau tiga. Bantu anak menghitung jika mengalami kesulitan. Anak juga dapat diajak untuk melakukan aktivitas menghitung bagian tubuh, tangga, dan hal-hal lain yang digunakan sehari-hari.

·         Mengajak anak bermain mencampur warna

Campur air ke cat air warna merah, biru, dan kuning. Beri anak potongan sedotan, ajari anak untuk meneteskan warna-warna itu pada selembar kertas. Ceritakan bagaimana warna-warna bercampur membentuk warna lain.

·         Membacakan cerita

Bacakan cerita setiap hari. Minta anak untuk menunjuk gambar dan mengulangi kata yang Anda ucapkan.

·         Mengajak anak berbicara

Buat agar anak mengajukan berbagai pertanyaan. Jawab pertanyaan tersebut dengan kata-kata sederhana, gunakan lebih dari 1 kata.

·         Mengajak anak bercerita mengenai dirinya

Buat agar anak mau bercerita mengenai dirinya, hobinya, atau mengenai Anda. Anda dapat bercerita tentang sesuatu dan kemudian minta anak menyelesaikannya.

·         Melatih anak mengenal huruf

Gunting huruf besar menurut alfabet dari majalah atau koran, lalu tempel pada karton. Anda dapat pula menulis huruf besar tersebut dengan spidol. Tunjukkan pada anak dan sebutkan satu persatu, kemudian minta anak mengulanginya.

·         Mengajak anak membuat album foto

Tempelkan foto anak di buku anak. Minta anak menceritakan apa yang terjadi di dalam fotonya itu. Tulis di bawah foto tersebut apa yang di ceritakan anak.

·         Melatih anak melaksanakan instruksi

Beri anak instruksi yang terdiri dari 2-3 langkah. Misalnya “Pergilah ke kamarmu dan  ambil sepatu dan jaketmu”.

·         Ajari anak 4 bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dipegang orang lain kecuali oleh orang tua dan dokter yaitu: mulut, dada, di sela−sela paha dan pantat.

Ajarkan kepada anak untuk tidak mau diajak orang lain tanpa diketahui oleh orang tua

·         Melatih anak cara mencuci tangan dan kaki

Tunjukkan pada anak cara memakai sabun dan membasuh dengan air ketika mencuci kaki dan tangannya. Setelah ia dapat melakukan, ajari ia untuk mandi sendiri.

·         Melatih anak makan menggunakan sendok dan garpu

Bantu anak makan menggunakan sendok dan garpu dengan baik.

·         Melatih anak mengancingkan kancing tarik

Bila anak sudah bisa mengancingkan kancing besar, coba dengan kancing yang lebih kecil. Ajari cara menutup dan membuka kancing tarik di bajunya.

·         Melibatkan anak dalam aktivitas memasak

Biarkan anak membantu memasak seperti mengukur dan menimbang menggunakan timbangan masak, membubuhkan sesuatu, mengaduk, memotong kue, dan sebagainya. Bicara pada anak apa yang Anda berdua sedang lakukan.

·         Melatih anak bersosialisasi

Ajak anak pergi ke tempat dimana banyak anak-anak lain berada untuk mendorong ia bersosialisasi. Ajak anak bermain di luar seperti ke taman atau mendaki. Biarkan anak bermain secara bebas tanpa aktivitas yang terstruktur.

·         Bekerjasamalah dengan anak dalam memecahkan masalah saat ia merasa kesal

·         Bicarakan emosi anak, misalnya katakan “Ibu tahu kamu sedang merasa kesal karena kamu melempar kepingan puzzle”. Anda juga dapat mendorong anak untuk mengidentifikasi perasaan  tokoh di dalam buku cerita.

RED FLAG (PERINGATAN)

·         Sering jatuh atau kesulitan saat naik tangga

·         Tidak mampu untuk mengucapkan kalimat yang terdiri dari 3 kata

·         Sering berliur atau ucapannya terdengar sangat tidak jelas

·         Jarang bermain peran atau bermain pura–pura

·         Tidak ingin bermain dengan mainan atau anak lain

·         Tidak memahami instruksi sederhana

·         Tidak dapat berbicara dalam kalimat

Umur 36 bulan

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

USIA 48 – 59 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·         Berdiri 1 kaki 6 detik

·         Melompat–lompat dan berdiri 1 kaki hingga 2 detik

·         Menari dan menangkap bola yang dipantulkan

Motorik halus dan adaptif

·         Menggambar tanda (+) dan lingkaran

·         Menggambar orang dengan 4-6 bagian tubuh

·         Mengancing baju atau pakaian

·         Bisa membandingkan atau membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya

·         Mengingat bagian dari sebuah cerita, memahami konsep waktu

·         Menghitung jari, memahami konsep berhitung

Bicara dan bahasa

·         Bicara mudah dimengerti, dapat bernyanyi dan bercerita

·         Menyebut nama lengkap tanpa dibantu

·         Menyebut angka, warna, nama–nama hari

·         Senang menyebut kata–kata baru dan bertanya tentang sesuatu

·         Menjawab pertanyaan dengan kata–kata yang benar

·         Memberitahu apa yang menurutnya akan terjadi selanjutnya dalam cerita di buku

Sosialisasi dan kemandirian

·         Berpakaian dan menggosok gigi sendiri tanpa dibantu

·         Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu

·         Bermain peran ‘ibu’ dan ‘ayah’ dan semakin kreatif dalam bermain permainan pura–pura

·         Lebih suka bermain bersama teman dibandingkan bermain sendiri, dapat kooperatif dengan anak lain, dan memahami cara bermain

·         Dapat mengungkapkan tentang apa yang ia suka dan minati

STIMULASI

· Mengajak anak bermain lomba balap karung, bermain engklek, lompat tali, mendengarkan musik sembari menari, dan bermain puzzle

Buat agar anak bermain dengan teman sebayanya. Dorong anak untuk mau berbagi mainan dan bermain secara bergiliran. Biarkan ia menyelesaikan masalahnya sendiri, tetapi tetap berada di dekatnya jika sewaktu-waktu ia membutuhkan bantuan.

·         Melatih anak untuk menggambar, menggunting, memilih, dan menempel gambar

Ajari anak untuk menggambar orang atau bentuk, beri kesempatan anak untuk menceritakan apa yang dilakukan secara berurutan.

·         Mengenalkan angka, konsep hitung, dan mencocokkan

Bila anak sudah bisa berhitung dan mengenal angka, buat 1 set kartu yang ditulisi angka 1-10. Letakkan kartu itu berurutan di atas meja. Minta anak menghitung benda-benda kecil yang ada di rumah seperti: kacang, batu kerikil, biji sawo, dan lain-lain sejumlah angka yang tertera pada kartu. Kemudian letakkan benda-benda tersebut di dekat kartu angka yang sesuai dengan jumlahnya.

·         Mengenalkan konsep besar-kecil, panjang-pendek, banyak-sedikit, berat-ringan

Ajak anak bermain menggelompokkan benda, menyusun 3 buah piring berbeda ukuran atau 3 gelas diisi air dengan isi tidak sama. Minta anak menyusun piring atau gelas tersebut dari yang ukuran kecil ke besar, jumlah sedikit ke banyak, atau dari ringan ke berat. Bila anak dapat menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi 4 atau lebih.

·         Mengajak anak berkebun

Ajak anak menanam biji kacang tanah atau kacang hijau di kaleng atau gelas bekas yang telah diisi tanah. Bantu anak menyirami tanaman tersebut setiap hari. Ajak anak memperhatikan pertumbuhannya dari hari ke hari. Bicarakan mengenai bagaimana tanaman, binatang, dan anak- anak tumbuh atau bertambah besar.

·         Kenalkan konsep warna, nama-nama hari, mengenalkan huruf dan simbol

Ajari anak mengenali warna pada benda di sekitar, menyebutkan nama hari, serta simbol pada tanda-tanda di sepanjang jalan atau di tempat umum.

·         Melatih anak melengkapi kalimat

Buat kalimat pernyataan mengenai apa yang Anda dan anak telah lakukan bersama dan minta anak menyelesaikannya. Misalnya setelah mengajak anak ke kebun binatang, "Kemarin kami pergi ke......” atau sehabis mengajak anak makan mie bakso "Makanan kesukaan adik adalah...?”

·         Dorong anak sering melihat buku dan mendengarkan cerita

·         Motivasi anak untuk bertanya dan menceritakan kembali apa yang dilihat dan didengarkan.

·         Gunakan tata bahasa yang baik saat berbicara dengan anak Anda

Gunakan kata ‘pertama’, ‘kedua’, ‘akhirnya’ ketika berbicara tentang aktivitas sehari-hari untuk membantu anak memahami urutan peristiwa.

·         Luangkan waktu untuk menjawab pertanyaan ‘mengapa’

Jika Anda tidak mengetahui jawabannya, maka katakan “Ibu tidak tahu” dan ajak anak untuk bersama-sama mencari jawaban dari buku atau internet.

·         Dampingi anak saat menonton acara TV atau gawai

Batasi waktu menonton maksimal 1 jam/hari, jelaskan apa yang ditonton dan motivasi anak untuk menceritakan kembali setelah menonton acara tersebut.

·         Berikan anak mainan untuk merangsang daya imajinasinya, seperti pakaian rias, peralatan dapur, dan balok. Ajak anak untuk bermain permainan di luar ruangan

·         Ajak anak membantu pekerjaan rumah seperti merapikan mainan, tempat tidur, membantu di dapur

·         Ajak anak berbicara tentang apa yang dirasakannya

·         Membentuk kemandirian anak

Beri kesempatan pada anak untuk mengunjungi tetangga dekat, teman atau saudara tanpa ditemani Anda. Selanjutnya minta anak bercerita tentang kunjungannya itu. Anda juga dapat mengundang ke rumah 2-3 anak yang sebaya dan mengajak anak bermain kreatif dengan teman- temannya. Untuk melatih kemandirian Anda juga dapat mengajak anak sikat gigi bersama dan melatih sikat gigi sendiri, memakai pakaian sendiri.

·         Mengajak anak bermain peran

Kumpulkan benda-benda yang ada di rumah seperti sepatu, sandal, buku, mainan, majalah, dan sebagainya untuk bermain ‘belanja di toko’. Tulis harga setiap benda pada secarik kertas kecil. Buat ‘uang kertas’ dari potongan kertas dan ‘uang logam’ dari kancing atau tutup botol. Kemudian minta anak berperan sebagai pemilik toko, Anda dan anak yang lain berpura-pura membeli benda-benda itu dengan ‘uang kertas’ dan ‘uang logam’. Selanjutnya secara bergantian anak-anak menjadi pembeli dan pemilik toko. Selain bermain pura-pura ‘belanja di toko’, Anda dapat mengajak anak bermain berpura-pura terkait kegiatan yang akan datang yang kemungkinan akan membuatnya gugup, seperti pergi ke sekolah atau menginap di rumah kakek- nenek.

·         Latih kepercayaan diri anak pada setiap kesempatan

·         Berikan anak pilihan-pilihan sederhana kapanpun Anda bisa. Biarkan anak memilih apa yang ia ingin kenakan, apa yang ingin ia mainkan, atau ingin ia makan. 

RED FLAG (PERINGATAN)

Umur 48 bulan

·         Tidak dapat melompat di tempat

·         Mengalami kesulitan menggambar orang

·         Bicara tidak jelas, tidak mampu menjawab pertanyaan sederhana

·         Tidak menghiraukan anak lain atau tidak merespon orang lain selain keluarga

·         Tidak menunjukkan ketertarikan pada permainan interaktif atau permainan berpura–pura

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

USIA 60 – 72 BULAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Motorik kasar

·         Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik atau lebih

·         Melompat jauh dan Melompat dengan 1 kaki

Motorik halus dan adaptif

·         Menangkap bola kecil dengan kedua tangan

·         Menggambar dengan 6 bagian tubuh, menggambar orang lengkap

·         Menggambar persegi, segitiga, atau bentuk geometri lainnya

·         Dapat menulis beberapa angka dan huruf

·         Mengenal angka, bisa menghitung 5–10 benda

Bicara dan bahasa

·         Berbicara dengan jelas dan dapat dipahami oleh semua orang

·         Dapat menyebutkan nama lengkap dan alamat

·         Dapat menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya

·         Menceritakan cerita sederhana dengan kalimat yang lengkap

·         Mengerti arti lawan kata dan memahami semua warna

Sosialisasi dan kemandirian

·         Mengungkapkan simpati dan menunjukkan kemandirian yang lebih

·         Mengikuti aturan permainan

·         Terkadang suka menuntut dan terkadang sangat kooperatif

·         Suka bernyanyi, menari, dan bermain peran

·         Memahami konsep jenis kelamin

STIMULASI

·    Ajak anak pergi berjalan-jalan ke sekitar rumah. Lakukan permainan  berburu, bermain halang rintang di sekitar rumah atau taman

·    Mengajak anak membuat berbagai kerajinan tangan dari tanah liat, pasir, plastisin atau lilin

Sediakan tanah liat atau lilin mainan, bantu anak membuat berbagai macam bentuk. Ajak anak untuk menceritakan kembali tentang apa yang dibuatnya, puji anak atas hasil karyanya dan letakkan di tempat khusus agar terlihat oleh anggota keluarga yang lain.

·      Sediakan kotak berisi krayon, kertas, cat, gunting, dll. Dorong anak untuk menggambar dan membuat proyek seni menggunakan berbagai macam alat dan bahan

·  Ketika membacakan cerita, minta anak untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya di cerita tersebut.

Beri anak buku cerita bergambar dan dorong anak untuk menceritakan apa yang dilihat

·      Ajak anak berbicara tentang apa yang dirasakan anak

·      Ikutkan anak dalam acara makan sekeluarga

·      Dampingi anak saat menonton acara TV atau gawai.

Batasi waktu menonton maksimal 1 jam/hari, jelaskan apa yang ditonton dan motivasi anak untuk menceritakan kembali setelah menonton acara tersebut

·      Melatih anak mengerti urutan kegiatan

Bantu anak mengerti urutan kegiatan dalam mengerjakan sesuatu, misalnya saat mencuci tangan, menyiapkan makanan, dan sebagainya. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan, beritahu anak langkah-langkahnya secara berurutan.

·      Melatih anak mengenal konsep waktu

Buat ‘jam’ dari kertas atau karton dengan 2 buah jarum penunjuk. Letakkan jarum penunjuk pada waktu makan siang, waktu makan malam, dan waktu lainnya yang berarti bagi anak. Mulai dengan yang mudah, misalnya angka 12 waktu makan siang dan angka 6 waktu makan malam. Setelah anak mengerti, ajari yang lebih sulit, misalnya jam 12.30 atau jam 6.30.

·      Melatih anak mengenal konsep bulan, minggu, hari

Letakkan sebuah kalender di kamar anak. Bantu anak mengenal bulan, minggu, dan hari. Minta anak menandai tanggal-tanggal penting di kalender, dan ajak anak menghitung jumlah hari (minggu atau bulan) untuk sampai pada tanggal itu.

·      Mengajak anak belajar mengukur

Bila anak sudah mengenal angka, ajari cara mengukur panjang dan lebar suatu benda menggunakan penggaris atau pita ukur. Tulis hasil pengukuran pada secarik kertas, ajarkan mana yang lebih lebar atau lebih panjang.

·      Mengenalkan konsep rambu atau tanda lalu lintas

Ajari anak mengenal rambu lalu lintas, misalnya tanda ‘dilarang parkir’, ‘dilarang berhenti’, ‘jalan berliku-liku’, ‘satu arah’, ‘silahkan belok’, ‘tanda kereta api lewat', dan sebagainya.

·      Mengenalkan uang

Ajari anak mengenal berbagai jenis uang. Selanjutnya, ajari anak membedakan uang dengan nilai rupiah yang berbeda. Minta anak mengelompokkan beberapa uang dan menyebutkan nilainya.

·      Melatih anak menjawab pertanyaan ‘mengapa?’

Ajari anak menjawab pertanyaan ‘mengapa?’ misalnya "Mengapa rumah mempunyai atap?", "Mengapa kita menyikat gigi?", "Mengapa kita makan?", dan seterusnya. Bantu anak menjawab.

·      Mengajak anak bermain tanya jawab

Pada umur ini, anak-anak senang bertanya. Tulis beberapa pertanyaan di selembar kertas dan bacakan kepada anak, kemudian minta ia menjawabnya.

·      Berkomunikasi dengan anak

Luangkan waktu setiap hari untuk bercakap-cakap dengan anak. Dengarkan ketika anak berbicara dan tunjukkan bahwa Anda mengerti pembicaraan anak dengan mengulangi apa yang dikatakannya. Pada saat ini, jangan menggurui, memarahi, menyalahkan, atau mencaci anak. Ajari anak dalam memakai kata-kata yang tepat ketika menyampaikan maksudnya. Buat agar anak memakai kata-kata dalam memecahkan masalah dan bukannya dengan memukul atau mendorong.

·      Melatih anak mematuhi peraturan keluarga

Buat aturan yang disepakati bersama antara anak dan orang tua. Ajari anak untuk mematuhi aturan atau kesepakatan yang sudah dibuat. Beri peringatan, teguran, atau penjelasan ketika anak tidak mematuhi peraturan. Hindari penggunaan kekerasan, hukuman badan, cacian.

·   Anak mungkin akan mulai membantah atau menggunakan kata-kata kotor (kata-kata makian). Jangan terlalu memberikan perhatian pada hal ini.

Sebaliknya, pujilah anak saat ia dapat meminta dengan cara yang baik dan dapat menerima jawaban ‘tidak’ dengan tenang

·      Ajarkan anak mengenai ‘sentuhan yang aman’ dan ‘area pribadi’.

Tidak ada yang boleh menyentuhnya kecuali dokter atau perawat saat memeriksa atau orang tua saat sedang membersihkan bagian tubuhnya

·      Ajarkan anak untuk mengingat alamat rumah dan nomor telepon

·      Eksplor minat anak

RED FLAG (PERINGATAN)

Umur 60 bulan

·         Tidak dapat membuat gambar, bentuk, atau garis

·         Keseimbangan tubuh buruk

·         Tidak mampu memahami bentuk, huruf, dan warna

·         Tidak dapat menyebut namanya sendiri

·         Tidak menunjukkan berbagai macam emosi

·         Tidak dapat membedakan antara kenyataan atau pura–pura

Umur 72 bulan

·         Tidak dapat melompat dengan 1 kaki

·         Tidak dapat menuliskan nama

·         Tidak dapat menceritakan kembali atau merangkum sebuah cerita secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir

·         Tidak mengetahui nama teman dan mengenali perasaan orang lain